Kolaka Timur, OBORSULTRA ID – Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Kolaka Timur, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd, secara resmi membuka kegiatan Koltim Tenun Sorume Tahun 2025 yang digelar di Rest Area UMKM, Kelurahan Rate-Rate, Kecamatan Tirawuta, pada Jumat malam (12/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan unsur Forkopimda, di antaranya PJ Sekda Koltim La Fala, SE, PLT Ketua TP PKK Koltim Hj. Hijrawati Yosep Sahaka, Dandim 1412 Kolaka yang diwakili Danramil Tirawuta, Kapolres Koltim yang diwakili Wakapolres Koltim, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa se-Kecamatan Tirawuta, pelaku UMKM Koltim, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, PLT Bupati Koltim H. Yosep Sahaka menyampaikan bahwa kegiatan Koltim Tenun Sorume 2025 merupakan momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM.

“Pada malam hari ini kita hadir di Rest Area UMKM Koltim dalam rangka mengikuti Koltim Tenun Sorume Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Dinas Pariwisata Koltim bersama jajarannya. Saya mengucapkan terima kasih atas upaya dan kerja kerasnya, karena kegiatan ini sangat berkontribusi dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat Kolaka Timur,” ujarnya.
Berdasarkan laporan ketua panitia, Yosep Sahaka menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Koltim Tenun Sorume 2025 terdiri atas dua item utama, yakni pameran UMKM yang telah dilaksanakan sejak hari sebelumnya serta kegiatan fashion show yang digelar pada malam pembukaan. Fashion show tersebut menampilkan busana tenun dan pakaian daerah dengan kategori anak-anak, remaja atau dewasa, serta perwakilan OPD.
Menurutnya, kegiatan fashion show memiliki nilai strategis dalam kehidupan sosial masyarakat, khususnya sebagai upaya membentengi generasi muda dari pengaruh budaya barat yang semakin mudah masuk melalui sistem digitalisasi.

“Pengaruh budaya barat saat ini sangat cepat diserap, terutama oleh kalangan remaja, termasuk dalam cara berpakaian. Kita mulai melihat adanya gaya berpakaian yang kurang sesuai dengan nilai budaya timur. Melalui kegiatan seperti ini, kita menampilkan bagaimana berpakaian yang khas, sopan, dan sesuai dengan budaya timur,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Koltim Tenun Sorume tidak hanya sebatas ajang pertunjukan di atas panggung, tetapi mengandung makna mendalam dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kolaka Timur.
“Oleh karena itu, saya berharap kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan malam ini saja, tetapi dapat dijadikan sebagai agenda tahunan Dinas Pariwisata Koltim dan dilaksanakan secara rutin setiap tahun,” harap Yosep Sahaka.
Pada kesempatan tersebut, PLT Bupati Koltim juga mengapresiasi penampilan tarian tradisional “Sanggoleo Mbae” yang ditampilkan dalam acara pembukaan. Ia mengaku terharu melihat penampilan para penari yang dinilai mencerminkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Kolaka Timur.
“Dalam rangka menyambut HUT Kolaka Timur, saya meminta agar tarian Sanggoleo Mbae ini tetap ditampilkan. Ini adalah salah satu ciri khas pariwisata Koltim yang luar biasa dan harus terus dikembangkan,” pungkasnya. (Tim).