
Kolaka Timur, OBORSULTRA.ID – Pemerintah Daerah (Pemda), Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), bekerja sama dengan Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dalam mengendalikan inflasi ketahanan pangan. Program nasional ini, diselenggarakan secara serentak di 38 Provinsi yang tersebar di 7.285 Kecamatan diseluruh Indonesia.
Program tersebut, Pemda Koltim mengandeng bulog melaksanakan melalui gerakan pasar murah (GPM), dengan harga komoditas dipasaran diantaranya beras SPHP 5 kg/sak, minyak goreng/liter, telur, bawang merah, cabe, tomat dan lain sebagainya, yang tersebar di 12 Kecamatan se- Koltim, salah satunya ditempatkan di areal UMKM, Kelurahan Rate-rate, Kecamatan Tirawuta pada, Sabtu (30/08/2025).
Kegiatan ini, dihadiri Plt Bupati Kolaka Timur, H Yosep Sahaka S Pd M Pd, Ketua dan anggota DPRD Koltim, Pj Sekda Koltim La Fala SE, sejumlah Kabag dan pimpinan OPD, Camat Tirawuta, TNI, Polri dan masyarakat sekitarnya maupun undangan yang hadir.

Plt Bupati Koltim, H Yosep Sahaka dalam jumpa persnya menyampaikan, kegiatan hari ini merupakan wujud dukungan penuh Pemda Koltim, atas program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Untuk di Kabupaten Kolaka timur ini serentak kita laksanakan gerakan pangan murah terbagi di 12 Kecamatan, Alhamdulillah untuk komoditi beras telah disalurkan sekitar 19,7 ton, dan pihak bulog telah menyiapkan 2 ton beras per Kecamatan, Insya Allah ini kita siapkan untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat kita,”ujarnya
H Yosep Sahaka mengungkapkan, bahwa dalam rangka menjaga kestabilan harga pangan di Koltim pihak bulog telah menyampaikan, bahwa stok ketersediaan beras digudangnya mencapai 2.100 ton
“Alhamdulillah, dengan jumlah tersebut kebutuhan masyarakat kita dapat terpenuhi dua bulan kedepan, harga beras di Koltim mungkin yang paling murah dari daerah lain, di daerah Sumatera harga satu sak beras 5 kg bisa mencapai Rp 84 ribu, sedangkan di Koltim hanya Rp 60 ribu. Ini menunjukkan upaya kita dalam menjaga keterjangkauan harga pangan,” ungkapnya.

H Yosep Sahaka kembali menegaskan, bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan, yang menjadi indikator seringnya dilaksanakan kegiatan ini, karena tingginya minat masyarakat terhadap GPM.
“Alhamdulillah, hasil laporan Bulog, pasokan beras di Koltim saat ini sudah lebih dari target (surplus). Ini semua berkat sinergi dan kolaborasi semua pihak, salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui program “Listrik Masuk Sawah” yang bekerja sama dengan PLN. Program ini menjadi satu-satunya di Sulawesi Tenggara dan telah terealisasi di 25 titik kelompok tani di Kecamatan Lambandia. Saat ini, 57 kelompok tani lainnya telah disurvei dan menunggu realisasi,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Koltim Hj Jumhani S Pd M Si, mengapresiasi langkah Pemda Koltim dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dalam hal ini ketahan pangan nasional.

“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat yang betul-betul kurang mampu akan sangat terbantu, dan inflasi akan teratasi dengan adanya kegiatan seperti ini,” saludnya.
Kata Jumhani, akan terus mendukung dan mengawasi program strategis ini. Sebagai fungsi pengawasan, kami terus mengawasi dan mendukung penuh setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, sehingga semua masyarakat dapat terbantu, tutupnya. (Tim).