Kolaka Timur, OBORSULTRA.ID – Dalam upaya mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan nasional tahun 2025, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Tanam Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 secara nasional, termasuk di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2276/X/KEP/2025 tanggal 3 Oktober 2025, dan dirangkaikan dengan peresmian Operasi Gudang Penyimpanan Jagung oleh Slog Polri, sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kegiatan tanam jagung serentak ini terhubung secara nasional melalui Zoom Meeting yang dipusatkan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, tepatnya di KP Cibangkok dan KP Cibarenq, Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa.
Di Kolaka Timur, kegiatan berlangsung di Desa Tawainalu, Kecamatan Tirawuta, pada Rabu, 8 Oktober 2025. Lahan yang digunakan merupakan milik masyarakat setempat yang telah dipetakan secara bersama antara Pemerintah Daerah dan Polres Kolaka Timur.
Turut hadir dan terlibat dalam kegiatan ini unsur Forkopimda, TNI-Polri, Dinas Pertanian, kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Kapolres Kolaka Timur, AKBP Tinton Yudha Riambodo, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran aktif Polri dalam mendukung masyarakat, khususnya petani lokal.

“Kami bersinergi dengan Pemda, TNI, dan elemen masyarakat untuk memastikan kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi petani,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Kolaka Timur, yang diwakili oleh Asisten III, Irwan Kara, S.Sos, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi Polri dalam sektor pertanian.
“Dengan hadirnya gudang penyimpanan jagung ini, diharapkan hasil panen petani dapat disimpan dengan layak dan harga tetap stabil,” katanya.
- Meningkatkan produktivitas pertanian jagung di tingkat daerah;
- Memberikan pendampingan serta dukungan teknis kepada petani;
- Menyediakan fasilitas penyimpanan panen yang memadai;
- Meningkatkan ketersediaan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang terintegrasi antara Polri, Pemerintah Daerah, dan kelompok tani, serta menjadi bagian dari solusi strategis ketahanan pangan jangka panjang.
Ke depan, pemanfaatan gudang penyimpanan akan terus dimonitor dan dievaluasi guna menjamin kelancaran distribusi serta stabilisasi harga pangan nasional. (Tim).