Kolaka Timur, OBORSULTRA.id — Tim liputan oborsultra.id melakukan konfirmasi terkait pekerjaan rehabilitasi gedung SMA Negeri 1 Tirawuta, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur. Konfirmasi dilakukan kepada sejumlah pihak guna memastikan tindak lanjut komitmen pembersihan material serta normalisasi drainase di lokasi pekerjaan.
Pada Selasa (11/8/2026), tim liputan menghubungi Iwan, yang sebelumnya disebut sebagai pelaksana lapangan pekerjaan tersebut, melalui WhatsApp. Dalam keterangannya, Iwan menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak lagi bertugas di lokasi tersebut sejak Februari 2026.


“Assalamualaikum, selamat pagi Pak. Izin konfirmasi, saya sudah tidak bekerja di lokasi tersebut sejak Februari 2026,” ujar Iwan melalui pesan WhatsApp.
Selanjutnya, tim melakukan konfirmasi kepada Munawar Ali Mahmud Hasana selaku koordinator teknis lapangan yang berkaitan dengan penyelesaian pekerjaan sesuai isi perjanjian komitmen yang ditujukan kepada Pemerintah Kelurahan Rate-Rate.
Dalam percakapan tersebut, Munawar menyampaikan bahwa Iwan saat ini tidak lagi berada di Sulawesi Tenggara.

“Kita hubungi Iwan, Pak. Saat ini beliau sudah tidak berada di Sultra, sudah berada di luar daerah. Terkait surat yang dimaksud, saya yang menandatangani dokumen tersebut,” kata Munawar.
Munawar kemudian memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp kepada tim liputan oborsultra.id pada Kamis (13/8/2026).
Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap memiliki itikad baik dan berkomitmen menyelesaikan pembersihan material serta normalisasi drainase di lokasi proyek. Namun, pelaksanaan pekerjaan tersebut saat ini terkendala pembayaran dari pemerintah atas pekerjaan yang telah dilaksanakan.

“Pada prinsipnya, pembersihan drainase tetap akan kami laksanakan. Namun saat ini kami belum menerima pembayaran dari pemerintah. Sekitar 75 persen dana masih tertahan dan belum dicairkan,” jelasnya.
Menurut Munawar, kondisi tersebut berdampak pada kemampuan untuk menyelesaikan komitmen yang tertera isi dalam surat tersebut.

“Belum dilakukannya pembersihan drainase ini karena pembayaran dari pemerintah juga belum kami terima,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan merupakan bentuk ketidakpatuhan kami terhadap komitmen pekerjaan dalam isi surat tersebut. Pihaknya, kata dia, telah berupaya menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, namun hak pembayaran belum diterima secara penuh.
Kami sudah berupaya menyelesaikan pekerjaan sesuai kewajiban, tetapi hak pembayaran kami belum juga direalisasikan. Dampaknya cukup besar bagi kami.

“Bagaimana mungkin pekerjaan konstruksi berjalan tanpa pencairan yang memadai. Kami sudah berupaya menyelesaikan, namun hingga kini anggaran belum ada kabar,” katanya.
Ia memastikan bahwa apabila pembayaran telah dicairkan, pihaknya akan segera melaksanakan pembersihan material dan normalisasi drainase di lokasi proyek.

“Jika dana sudah dicairkan, kami akan segera menuntaskan pekerjaan pembersihan dan normalisasi drainase. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan kewajiban tersebut,” tegas Munawar.
Munawar mengakui bahwa kondisi kami saat ini cukup berat akibat tertundanya pembayaran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak menghilangkan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan di lapangan.


“Intinya, tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembersihan material di lokasi. Kendalanya saat ini adalah ketersediaan dana,” ujarnya.
Munawar menambahkan bahwa pihaknya telah menyampaikan permasalahan pembayaran tersebut kepada instansi terkait. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan proyek pemerintah daerah/provinsi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara.

“Kami sudah menyampaikan persoalan ini ke dinas terkait karena pembayaran belum dilakukan. Kontrak kami berada di bawah PPK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut merupakan hasil proses tender, bukan pekerjaan swakelola.

“Ini merupakan pekerjaan tender. Kami mengikuti proses lelang dan dinyatakan menang, kemudian melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak. Namun hingga saat ini pembayaran belum direalisasikan,” ujarnya.
Persoalan pembersihan material dan normalisasi drainase saat ini masih menjadi perhatian, mengingat area tersebut sebelumnya digunakan untuk mendukung aktivitas pekerjaan proyek.
Pihak Kelurahan Rate-Rate meminta agar komitmen tertulis yang telah disepakati dapat segera direalisasikan. Sementara itu, pihak koordinator menyatakan tetap berkomitmen melaksanakan pembersihan material dan normalisasi drainase, dengan catatan pembayaran pekerjaan segera diselesaikan.
Dengan demikian, penyelesaian persoalan di lokasi tersebut masih menunggu realisasi komitmen koordinator serta penyelesaian pembayaran pekerjaan oleh pemerintah.
Laporan: Tim Liputan.