Pemdes Tasahea dan DPPKB Koltim Apresiasi Wisuda Sekolah Lansia: Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Warga Usia Emas

Kolaka Timur, OBORSULTRA.ID — Pemerintah Desa (Pemdes) Tasahea, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menunjukkan komitmen tinggi dalam memberdayakan warga lanjut usia (lansia) melalui penyelenggaraan Wisuda Sekolah Lansia Tunas Bakti Standar I (SI) Angkatan V Tingkat Provinsi Sultra Tahun 2025. Kegiatan berlangsung penuh khidmat di Aula Kantor Desa Tasahea pada Senin, 22 September 2025, mengusung tema “Hidup Hanya Sekali, Jangan Menua Tanpa Arti.”

Wisuda ini merupakan puncak dari rangkaian pembelajaran intensif yang telah dilalui para lansia selama tujuh kali pertemuan sebelumnya, yang mencakup materi kesehatan, gaya hidup sehat, hingga studi lapangan ke Pantai Nambo.

Kepala Desa Tasahea, I Made Winada, S.IP, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi ruang aktualisasi bagi para lansia agar tetap produktif, sehat, dan bahagia.

“Ini tahap Standar I, dan jika memungkinkan akan berlanjut ke Standar II, III bahkan hingga setara dengan pendidikan S3. Kami dari Pemdes Tasahea mendukung penuh kegiatan ini, baik secara moral maupun anggaran, bersama Dinas PP dan KB Koltim,” ujarnya.

Menurutnya, tenaga pengajar berasal dari dokter-dokter Puskesmas Tirawuta yang memberikan edukasi kesehatan secara sukarela, tanpa imbalan. Hal ini mencerminkan kuatnya kolaborasi antara sektor kesehatan dan pemerintahan desa dalam mendukung program nasional Keluarga Berencana (KB).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Koltim, Jumaeda, SKM, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini, termasuk para pendamping, tenaga pengajar, dan Pemdes Tasahea.

“Program sekolah lansia ini merupakan bagian dari program nasional. Kabupaten Kolaka Timur sendiri telah dua kali melaksanakan wisuda lansia, pertama di Desa Mataiwoi, Kecamatan Loea, dan hari ini di Desa Tasahea. Ini adalah upaya nyata kita dalam memberdayakan lansia agar tetap sehat, produktif, dan menjadi panutan keluarga serta masyarakat,” ungkap Jumaeda.

Beliau juga menekankan bahwa program ini merujuk pada UU No. 13 Tahun 1999 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, dan akan terus didorong agar menyentuh seluruh desa dan kelurahan di Koltim.

Wisuda ini diikuti puluhan peserta lansia yang sebelumnya telah menjalani pembelajaran tatap muka di Balai Desa Tasahea. Mereka mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai tanda telah mengikuti Sekolah Lansia Standar I. Meskipun bukan ijazah formal, sertifikat ini menjadi bukti semangat mereka dalam belajar dan memperkaya diri di usia senja.

Acara juga dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Camat Tirawuta atau perwakilannya, Kepala UPTD KB Koltim Agustina Lamaliwa, SKM, unsur TNI/Polri, tokoh masyarakat, hingga pengurus PKK dan lembaga lainnya.

Program Sekolah Lansia di Desa Tasahea ini adalah contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah desa dan dinas terkait mampu menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tak hanya menjadi agenda seremonial, namun membawa perubahan mindset bahwa usia tua bukan penghalang untuk terus belajar dan berkarya.

“Harapan kami, seluruh desa dan kelurahan di Koltim dapat mereplikasi program ini. Dukungan dari Pemdes sangat krusial agar keberlangsungan kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun,” pungkas Kadis DPPKB Koltim.

Dengan semangat “Jangan Menua Tanpa Arti”, Pemdes Tasahea dan DPPKB Koltim terus mendorong terciptanya lansia yang tangguh, sehat, mandiri, dan bahagia. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi seluruh wilayah di Sulawesi Tenggara dan Indonesia. (Tim).

Banner Add

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *