Menag RI Buka STQH Nasional XXVIII di Kendari, Sultra Tampil sebagai Tuan Rumah yang Siap

KENDARI, OBORSULTRA.ID – Kota Kendari kembali menjadi sorotan nasional. Jumat (10/10/2025), Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar atau yang mewakili, secara resmi membuka Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII di Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 19 Oktober, diikuti lebih dari 3.000 peserta dari seluruh penjuru Indonesia.

Presiden RI Prabowo Subianto yang sedianya membuka acara, berhalangan hadir karena agenda luar negeri. Namun demikian, Presiden menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan STQH.

“Meski berhalangan hadir, Presiden tetap memberi dukungan penuh. Ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan,” ujar Menag saat pelantikan dewan hakim di Hotel Claro Kendari, Sabtu (11/10).

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M., menyampaikan bahwa momen ini bukan hanya ajang lomba, tapi juga wahana mempererat silaturahmi umat dan semangat nasionalisme.

“STQH ini adalah bentuk kebanggaan bagi Sultra. Kita ingin buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang profesional, ramah, dan religius,” ujarnya.

Secara simbolis, Gubernur menyerahkan Piala Bergilir Presiden RI, sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan STQH XXVIII di Bumi Anoa.

Plt. Bupati Kolaka Timur, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh jalannya acara.

“Ini adalah kehormatan besar bagi kami di daerah. Kami ingin STQH menjadi inspirasi bagi anak-anak muda kita untuk mencintai Al-Qur’an dan hidup dalam nilai-nilai religius,” ungkap Yosep.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak – dari kabupaten hingga provinsi – agar penyelenggaraan STQH berjalan lancar, meriah, dan memberi manfaat luas.

Tak hanya soal kompetisi, STQH di Kendari ini juga menjadi penggerak ekonomi daerah. UMKM, sektor kuliner, dan wisata religi diharapkan mendapat imbas positif selama penyelenggaraan.

Ajang ini sekaligus menjadi ruang pembelajaran toleransi dan penguatan kerukunan antarumat, sejalan dengan semangat moderasi beragama yang diusung pemerintah. (Tim).

Banner Add

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *