Kolaka Timur, OBORSULTRA.id – Pemerintah Desa Amokuni, Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2026 kepada 27 Kepala Keluarga (KK). Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 147 KK penerima.
Kepala Desa Amokuni, Jaiman, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah penerima dilakukan sebagai dampak dari efisiensi dan keterbatasan anggaran desa. Meski demikian, pemerintah desa memastikan bantuan tetap diprioritaskan bagi warga dengan kondisi ekonomi paling rentan, terutama masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian, baik tanaman jangka pendek maupun tanaman jangka panjang.
Selain penyaluran BLT, Pemerintah Desa Amokuni juga telah menyiapkan sejumlah program prioritas hingga tahun 2027. Salah satunya adalah bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ditujukan bagi rumah tangga baru yang hingga kini masih menumpang di rumah orang tua.

Menurut Jaiman, penetapan calon penerima RTLH didasarkan pada hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang telah disepakati bersama masyarakat. Jumlah penerima akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran desa sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan warga yang paling membutuhkan.
Di bidang infrastruktur, pemerintah desa memprioritaskan perbaikan ruas jalan desa yang selama ini dikenal memiliki kondisi ekstrem dan menjadi akses utama masyarakat. Perbaikan difokuskan pada tanjakan sepanjang sekitar 250 meter yang kerap menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pekerjaan akan dilakukan melalui pengupasan badan jalan pada titik-titik tertentu dengan kedalaman sekitar tiga meter untuk mengurangi tingkat kemiringan jalan. Setelah itu, pembangunan dilanjutkan dengan pembuatan drainase guna mencegah aliran air melintasi badan jalan yang selama ini menjadi penyebab utama kerusakan.

Tidak hanya itu, Pemerintah Desa Amokuni juga memastikan penyaluran honor bagi kader dan tenaga pelayanan masyarakat tetap berjalan. Penerima honor meliputi kader Posyandu, guru mengaji, guru PAUD, bidan desa, dan perawat sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Desa Amokuni berharap pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat secara bertahap meskipun di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi.
Laporan: Tim Liputan.