Kolaka Timur, OBORSULTRA.id — Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, ditargetkan rampung dan dapat diresmikan pada akhir 2026. Gedung utama rumah sakit tipe C tersebut telah berdiri, sementara pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan sistem kelistrikan, pintu, jaringan gas medis, serta sejumlah komponen pendukung.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Kolaka Timur, Ageng Adrianto, ST., MT., mengatakan pekerjaan fisik utama relatif tinggal sedikit. Namun, sejumlah pekerjaan pendukung membutuhkan anggaran besar karena material dan tenaga kerja harus didatangkan dari luar daerah.
“Kalau dianggap pekerjaannya belum selesai, iya. Tapi yang belum selesai ini bukan pekerjaan besar sebenarnya, pekerjaan kecil tetapi nilainya besar dan gedungnya sudah berdiri semua,” kata Ageng saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).
Salah satu pekerjaan penting yang masih diselesaikan adalah sistem kelistrikan. Jaringan PLN disebut telah siap, tetapi pemasangan ubikel sebagai penghubung aliran listrik dari PLN ke gedung utama belum rampung.
“PLN sudah siap, tinggal ubikel yang menghubungkan antara PLN ke gedung. Sekarang alirannya masih sendiri,” ujarnya.
Kelistrikan menjadi bagian penting karena berbagai peralatan kesehatan di rumah sakit membutuhkan pasokan listrik agar dapat berfungsi. Selain itu, pemasangan pintu dan jaringan gas medis juga belum seluruhnya selesai.
“Seperti pintu belum semua terpasang dengan gas medis. Itemnya sedikit, tapi membutuhkan tenaga besar untuk mendatangkan barang dan tenaga kerjanya,” katanya.
Untuk pembangunan gedung utama, Ageng menyebut dukungan anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencapai sekitar Rp126 miliar. Sementara pengadaan alat kesehatan diperkirakan bernilai sekitar Rp100 miliar.
Sejumlah alat kesehatan mulai didatangkan secara bertahap. Salah satu alat telah tiba di lokasi dan akan dipasang setelah melalui pemeriksaan.
“Untuk gedung utama saja senilai Rp126 miliar, belum lagi alat kesehatannya. Alat kesehatan dari mereka langsung datang dibawa ke sini. Sudah datang satu alat dan sudah dilaporkan, kemudian diperiksa bagian keuangan bahwa sudah siap dikerjakan lagi untuk dipasang,” jelasnya.
Menurut Ageng, Kemenkes masih akan mengirimkan peralatan kesehatan lainnya.
“Sekarang yang datang baru satu dan tidak lama lagi Kemenkes akan kirim lagi alatnya. Itu uangnya Kemenkes,” ujarnya.
Berbagai bahan pelengkap gedung juga didatangkan dari sejumlah daerah, termasuk komponen yang diproduksi di luar negeri. Salah satunya tangga lift dari China yang disebut telah selesai diproduksi sebanyak dua unit.
“Bahan pelengkapnya gedung utama rumah sakit ini dari berbagai daerah didatangkan. Salah satunya dari negara China, yaitu tangga lift yang diproduksi China. Sudah jadi dua tangga liftnya,” katanya.
Selain gedung utama, kompleks RSUD Kolaka Timur memiliki sejumlah bangunan pendukung yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah daerah. Bangunan tersebut meliputi gedung isolasi, perawatan, laundry, bersalin, jenazah dan gizi.
“Untuk gedung tambahan bangunan yang berada di belakang rumah sakit sudah selesai total pakai uang kita sendiri,” ungkap Ageng.
Pemerintah daerah telah mengalokasikan sekitar Rp40 miliar untuk pembangunan bangunan pendukung. Dari jumlah tersebut, terdapat dua item pekerjaan senilai sekitar Rp11 miliar, sedangkan kebutuhan pembangunan lainnya masih sekitar Rp29 miliar.
Pekerjaan tambahan mencakup penataan pagar, halaman, area parkir dan landscape rumah sakit. Pemerintah daerah juga membahas rencana pembangunan tiga gedung tambahan pada 2027, yakni gedung bersalin, gedung gizi dan gedung laundry.
“Jadi kita masih punya dua pekerjaan tambahan yaitu gedung jenazah dengan landscape, pagar dan halaman. Mudah-mudahan ada perubahan tahun ini, ada uang lagi supaya selesai total itu rumah sakit,” ujarnya.
Ageng mengatakan kontraktor masih diberi kesempatan untuk mendatangkan material dan tenaga kerja agar pekerjaan dapat dipercepat. Targetnya, gedung utama yang didukung anggaran Kemenkes selesai dan dapat diresmikan pada akhir 2026.
“Supaya bisa diresmikan di akhir tahun 2026 ini, khusus untuk gedung utama rumah sakit yang menggunakan dana Kemenkes. Itupun kita sudah subsidi juga pakai uang kita,” katanya.
Ia menegaskan pekerjaan fisik yang tersisa pada gedung utama tidak banyak.
“Kalau gedung utamanya tinggal sedikit, tinggal pasang pintu, pengaman relinya atau tangga. Yang belum ada anggarannya. Cuma yang besarnya tadi itu pembangkit listrik dari PLN sudah oke yang menghubungkan ke gedung,” jelasnya.
Mengenai pihak yang akan meresmikan RSUD Kolaka Timur, Ageng mengatakan belum ada kepastian.
“Siapa yang datang meresmikan, apakah Pak Presiden RI Prabowo Subianto atau Kemenkes ataukah KPK RI, kita belum tahu,” katanya.
Selain menyelesaikan pembangunan dan mendatangkan alat kesehatan, pemerintah daerah menyiapkan kebutuhan tenaga kesehatan. Direktur RSUD Kolaka Timur telah melaporkan kebutuhan tersebut kepada Bupati Kolaka Timur.
Untuk tahap awal, tenaga kesehatan dari rumah sakit lama akan dimanfaatkan. Namun, jumlahnya masih perlu ditambah.
“Untuk tenaga yang ada itu akan diambil dari rumah sakit lama dan itupun juga masih dibutuhkan lagi tambahan tenaga kesehatan,” ujarnya.
Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan selanjutnya akan dikoordinasikan Direktur RSUD Kolaka Timur bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kolaka Timur.
Setelah gedung utama, sistem pendukung, alat kesehatan dan tenaga kesehatan siap, RSUD Kolaka Timur ditargetkan dapat segera dimanfaatkan masyarakat sesuai seluruh persyaratan operasional.
Laporan: Tim Liputan.