Kolaka Timur, OBORSULTRA.ID — Kepala Desa Puundokulo, Kecamatan Poli-Polia, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, H. Sudirman, menyampaikan hasil Musyawarah Desa (Musdes) Khusus terkait persetujuan dukungan pengembalian pinjaman Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Rapat tersebut digelar di Kantor Desa Puundokulo pada Jumat (14/11/2025).
Dalam penjelasannya, H. Sudirman mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama yang sedang dihadapi adalah penentuan lokasi untuk pembangunan gedung Kopdes. Ia menuturkan bahwa masyarakat saat ini belum bersedia menghibahkan tanah mereka secara langsung untuk pembangunan fasilitas tersebut.

“Lokasi bangunan koperasi desa masih sulit untuk dihibahkan oleh warga. Masyarakat hanya bersedia jika dilakukan pembelian atau ganti untung. Sementara aset desa di Puundokulo tidak tersedia. Jika ada aset desa, tentu bisa langsung dimanfaatkan untuk bangunan Kopdes,” jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, Pemerintah Desa Puundokulo meminta kesempatan kepada pihak-pihak terkait untuk kembali melakukan musyawarah dengan masyarakat. Tujuannya, mencari solusi terbaik terkait penyediaan lokasi yang layak dan strategis bagi Kopdes.
“Pemdes bersama masyarakat bisa saja mengelola Kopdes dengan mekanisme jual beli tanah secara bertahap. Ini memungkinkan pemdes mencicil pembayaran kepada pemilik lahan,” ujar Sudirman.
Ia menekankan bahwa lokasi Kopdes harus berada di wilayah yang strategis dan tidak berada di area pegunungan. Sebagai alternatif sementara, Sudirman menyebut Kopdes dapat beroperasi dengan memanfaatkan bangunan warga atau rumah kosong milik warga yang tidak digunakan.
Menurut Sudirman, keuntungan operasional Kopdes nantinya dapat dialokasikan untuk pembelian lahan secara bertahap, sesuai kesepakatan dengan pemilik tanah.

“Dalam proses berjalan, keuntungan Kopdes dapat disisipkan untuk pembelian lahan. Pembayaran bisa dilakukan secara angsur tahunan atau sekaligus, tergantung kesediaan pemilik lahan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa permintaan hibah tanah dari masyarakat untuk lokasi Kopdes merupakan hal yang sulit diwujudkan.
“Program Kopdes ini tidak mungkin langsung meminta hibah lokasi tanah. Masyarakat mana yang mau menghibahkan tanah begitu saja,” katanya.
Meski lokasi strategis masih menjadi prioritas, pemdes mengakui bahwa terdapat lahan kosong cukup luas di wilayah pegunungan. Namun, lokasi tersebut dinilai kurang ideal karena letaknya berada di luar kawasan pemukiman serta kondisi tanah yang sebagian tidak diolah warga.
Musdes tersebut menjadi langkah awal pemdes dalam mencari solusi bersama masyarakat untuk keberlanjutan Kopdes Merah Putih, sekaligus memastikan program tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat bagi warga Puundokulo.(Tim).